April 13, 2016

Tentang Para Sahabat [update]

Hari berganti, bulan berkejaran, tahun pun berduyun. Tanpa terasa sudah lebih dari setahun dua tahun yang lalu saya tuliskan kisah tentang mereka, rekan-rekan seperjuangan di kantor melalui posting ini. Setelah tertunda dan terkubur bersama kenangan (#halah) saya sempatkan untuk sekedar menyapa mereka sekaligus mengabarkan kepada Anda sekalian bagaimana bentuk dan wujud mereka sekarang.


William Seta Adriano
Pemuda yang dulu lekat dengan kesan kalem dan lemah lembut itu kini telah pergi meninggalkan seluruh kenangan manis yang telah terjadi diantara kami bertujuh. Dia merupakan representasi resmi dari lirik lagu dangdut "ditelpon nggak diangkat.. di-sms nggak dibalas.. apa sih maumu.." yang entah ini dinyanyikan oleh siapa. Perubahan ini jelas-jelas membuat kami cemas sekaligus resah dan gelisah.

Setelah resmi mengundurkan diri dari perusahaan yang telah mempertemukan kami bertujuh, praktis Willy semakin susah terjangkau seperti harga daging mentah lokal yang entah kenapa bergantung pada nilai tukar rupiah terhadap dollar. Kami mencemaskan Willy bukan karena apa-apa. Kami khawatir dia terjerumus ke dalam lembah hitam atau bahkan perkumpulan ilegal semacam NII, ISIS, al qaeda, atau bahkan jamaah Lia Eden.

Dimanapun dan kapanpun kamu berada. Tolonglah Wil, kabari kami walau hanya say hi ataupun nge-like posting ini.

[#update] Tiba-tiba beredar foto prewed dari anak ini sama pasangannya. Dan nyeseknya itu kita nggak dapet infonya dari ybs. Dan nyeseknya lagi ternyata tanggalnya mendahului saya -__-

Btw, selamat bro! Saya ikut seneng atas kabar baiknya itu :)


Lucki Dwi Pristanto
Pemuda satu ini adalah yang paling terpukul saat saya mengabarkan akan resign meninggalkan kantor kami yang dulu. Wajar, selain tampan dan menawan, saya ini adalah partner sedivisi-sedepartemen. Tempat duduk kami hanya terpisahkan oleh (mantan) atasan kami yang ngotot milih duduk di antara kami berdua dalam satu deret meja. Setiap hari kami berantem. Entah berantem karena beda pendapat tentang project yang sedang kami garap ataupun berantem ejek-ejekan tentang kelakuan masing-masing.

Salah satu topik saling ejek kami adalah aib kami masing-masing di kost. Karena memang dulunya kami pun satu kost dan berangkat/pulang kantor barengan.

Pada titik ini saya mulai takut Anda sekalian menganggap saya adalah homoannya Lucki. Aduh maaf Lucki bukan tipe akika lah boook.

Saat ini Lucki sedang berjuang membangun departemen kami sendirian. Tanpa saya dan Mbak Indriani (atasan kami yang dulu). Namun kami masih intens berkomunikasi dalam grup bertiga yang masih eksis sampai sekarang.

Satu lagi pesan sponsor, kepada pembaca yang kebetulan berjenis kelamin perempuan, merindukan belaian kasih sayang, kehangatan seorang pria penyayang yang telah mapan. Maka Anda harus berkenalan dengan Lucki. Pria penyuka olah raga tepok bulu dan travelling ini telah siap menikah!


Octiana Widyarena
Setelah sempat membuat saya dan Lucki gempar dengan berita perpecahannya bersama Tere, alhamdulillah Tuhan menjawab doa kami dan menunjukkan kisah sejati di balik lagu "Ingatlah Hari Ini"-nya Project Pop.

Tanpa Rena tahu, saya dan Lucki berkali-kali putar otak mencari celah gimana caranya bikin Rena "balikan" sama Tere. Well, cinta akhirnya menemukan jalannya sendiri. Tuhan akhirnya memeluk mereka berdua dengan cara terindah yang membuat saya sendiri merinding.

*westalaaa ojok gegeran maneh...aku ngerti kalian berdua inu masih berdebat siapa yang lebih patah hati karena aku mau nikah..iya kan?
#abaikan

Masih seperti yang dulu. Jikalau Rena ini petinju, mungkin dia masih belum bisa naik ke kelas berat atau bahkan kelas ringan, karena masih setia di kelas bulu melayang diterpa angin. Bedanya sekarang dia memasang pagar untuk gigi-giginya.

"Loh Ren? Kamu sekarang pasang kawat gigi? Kenapa? Takut giginya loncat?"

"Enggak Ris. Habis aku susah kalau ngasih pagar di hatiku yang masih terluka ini. Jadi aku pasang pagar di gigiku aja deh."

Semangat Ren! 2017 kamu nikah!


Theresia Londong
Si Wanita Tanpa Wedi alias WTW ini semakin membuktikan ke-WTW-annya dengan melancong ke Negeri Pizza. Awalnya saya was-was takut rekan saya yang paling gila ini terjerembab pada suramnya perdagangan manusia. Tetapi akhirnya foto-foto pamernya di kampus Polytechnico di Millano meruntuhkan ketakutan saya.

Benar, setelah resign dari kantor kami yang dulu, Tere memutuskan mengejar kekasihnya untuk belajar ke Negeri Eropa. Bedanya, kekasihnya di Negara Juara World Cup Jerman. Dianya nyantol di rumahnya almarhum Cesare Maldini.

Tere masih seperti dulu. Selain kurus dan karepe dewe. Tere semakin lihai bermain kata-kata di sosmed. Sempat terpikir bahwa racauan-racauan Tere ini bisa jadi inspirasi bagi saya untuk menulis buku ketiga kelak (iyaaaa saya tahu buku kedua aja belum beres kok udah muluk bin maruk bahas buku ketiga..cih).

Saya berdoa semoga tesis dia segera selesai lalu pulang membayar hutang dia ke Negara dengan membaktikan ilmunya di jalan yang tepat. Semoga kisah cintanya yang lebih meletihkan daripada Tie Pat Kay itu juga mendapatkan ending yang sempurna.

Jangan lupa titipan jersey Juventus-ku ya Ter! Milan ke Turin deket kaaaaaan...lebih deket lah daripada ke Banyuwangi.


Sofiet Isa Mashuri Setia Hati
Akibat terlalu lamanya saya meng-update cerita tentang mereka-mereka ini, kita jadi ketinggalan banyak cerita dan tahu-tahu Si Isa Mashuri udah jadi Bapak aja sekarang -_-'

Setelah menikah, Sofiet semakin memantapkan dirinya menjadi Pria Prenagen walau yang sedang mengandung benih cinta mereka berdua adalah Sang Istri, Sofiet tak mau sedikitpun mengalah untuk tidak memajukan perutnya.

Bapak-bapak yang satu ini semakin susah dihubungi dan diajak ketemuan. Tapi kerennya dia masih mau menyempatkan menyapa di jaringan pribadi. Yaaa setidaknya kami tahu bahwa dia tidak melupakan kami.

Selamat menempuh hidup baru Sop!
*telat baget yak*

Bagi-bagi tips dan ilmu laaaah tentang pernikahan #eh hehehehe


Happy Hamengku Cakra Widya
Yang satu ini lebih kurang ajar lagi. Menikah diam-diam. Punya anak diam-diam juga!

Sebenernya nggak diam diam juga sih yaaa. Dia malah dengan bangganya pamer foto-foto di semua akun sosmednya (yaelah sosmednya dia mah cuma WA dan BBM aja keleus). Tetapi dia nggak ngabarin ke kami baik personal maupun via grup. Yasudahlah yaaa pasti dia punya pertimbangan tersendiri.

[#update] Tapi ajaibnya pas minggu lalu saya nyobain aplikasi chatting bernama telegram, tiba-tiba si Cakra muncul dan baru install juga. Jadilah kami melepaskan rindu dengan bertukar ejekan seperti biasa. Dan pada kesempatan yang sama beliau menyanggupi untuk menjadi tuan rumah ajang temu reuni eks emdipi lima tebege.

Anyway, dari sini juga saya belajar bahwa semakin bertambah usia kita harusnya juga semakin dewasa kita menyikapi hal-hal yang berkaitan dengan hubungan pertemanan.

Misalnya,
1. Seringkali kita jengkel kepada teman yang tidak mengundang kita ke acaranya dia.

Lhah emang lo siape? Punya hak ape ngatur-ngatur siape yang dia undang?

Dengan cepat pasti kita berargumen ngasal "ya tapi kan aku teman baik dia! kok dia gitu?" Ya kalau kita merasa bahwa kita teman yang baik ya diundang ataupun tidak ke acaranya teman kita ya kita tetap mengucapkan selamat dan mendoakan dia dong, meskipun kita tidak hadir ke sana karena memang tidak diundang. Mungkin yang punya acara kan punya pertimbangan lain yang kita sendiri tidak tahu.

2. Kadang kita juga kesal kepada teman yang tidak hadir atau ikut nimbrung pas ngumpul atau pas ada undangan penting.

Tolong jangan cepat menyimpulkan yang buruk-buruk. Kita tidak pernah tahu apanyang terjadi pada sahabat kita. Kalau dia sudah minta ijin untuk tidak hadir, sebagai sahabat yang baik tentunya kita harus percaya dan menghargai keputusannya karena bisa jadi kalau halangan yang ia dapatkan itu berlaku ke kita mungkin kita juga melakukan hal yang sama.

3. Kita maksa orang lain berpikir dan bertindak sesuai porsi kita.
Yaelah toooong, emak lu aje kagak pernah maksa lo ikut-ikutan pake daster kalo beliau tahu lo punya jakun dan t*t*t.

Kadang kita lupa bahwa persabahatan atau hubungan apapun itu bukanlah saling memaksakan yang menurut kita baik, tetapi seharusnya adalah saling mengingatkan kepada hal yang baik. Masalah bakal dia jalani atau tidak, ya setiap orang punya kadar pemikiran sendiri-sendiri, tapi percaya deh, kalau sahabat Anda adalah orang yang baik-baik, pasti dia mengerti dengan sendirinya mana hal yang baik dan mana yang buruk.

Tugas kita selain mengingatkan adalah menjaga agar suasana dan lingkungan kita selalu berada pada arah kebaikan.

Wah, jadi kemana-mana nih bahasannya hehehehe maap..suka ndak tahan.

Well, kalian bertujuh wajib datang yaaa ke undangan yang sudah saya sebar personal ke kalian. Untuk sahabat dan teman-teman spesial, saya menghindari undangan broadcast, artinya saya benar-benar mengharapkan the honor of your presence, guys :)

See you on top!



Selat Bangka,
13 April 2016

No comments:

Post a Comment