August 08, 2015

Sembunyi

Kita tak memungkiri kehadiran internet, khususnya media sosial (sosmed), membawa banyak kemudahan khususnya dalam berkomunikasi. Maka jangan heran jika koordinasi bisa dapat dilakukan lebih cepat karena memenuhi kaidah "kapanpun, dimanapun, dan oleh siapapun" selama memiliki akses terhadap ruang lingkup komunitas tersebut.

Sayangnya, forum koordinasi dalam sosmed (milist, grup whatsapp, grup bbm, grup line, dll) seringkali berubah menjadi ajang yang menyedihkan...


Ada saja oknum-oknum yang berubah memakai topeng mencari penghargaan atas keberadaannya masing-masing demi mendapat perhatian dari orang yang paling berkuasa. Kondisi itupun diperparah dengan bungkam dan bisunya mereka ketika ternyata ada masalah dan pertanyaan yang dialamatkan kepadanya.

Ironis...

Sebaliknya selalu ada sosok silent reader yang lebih banyak mengamati dengan seksama dan muncul di saat yang memang seharusnya. Sayangnya, golongan ini seringkali tidak (dianggap) bersinar karena (dianggap) kurang eksis.

Lebih parah lagi adalah golongan yang hanya diam membaca lalu ikut menggunjingkan topik dalam sosmed itu di belakang. Sementara dirinya sendiri absen dari diskusi. Seakan keberadaan dan ketidakberadaannya tidak berpengaruh.

Celakanya, di dunia kerja sangat wajar kita melihat atasan menilai prestasi seseorang dari eksistensinya. Meskipun tak jarang eksistensi itu tak juga benar-benar dapat mencerminkan kinerjanya.

Ah, andai saja ada yang punya mata batin yang mampu melihat keseluruhan komunitas dengan kepala dingin, pasti akan sangat mudah menemukan orang-orang cemerlang yang bersembunyi di balik kerumunan para pencari muka.

Atau mungkinkah mereka sedang saling menunggu waktu yang tepat untuk membalikkan keadaan?
Ayolah pemenang, jangan sembunyi...

1 comment:

  1. ayo ngapung... jangan tenggelam !!
    salam kenal

    ReplyDelete