May 03, 2012

Hat-trick FTI Funday

Semangat untuk datang di acara ormawa hari itu begitu besar. Berbeda dengan yang saya rasakan ketika ada publikasi tentang proker "hura-hura" yang lainnya. Mungkin memang karena ikatan dengan BEM FTI begitu kuat, hingga saya merasa ada kewajiban yang bersifat fardhu ain untuk hadir di FTI Funday, 28 April 2012 lalu.

Jarkom terkirim dua hari yang lalu, berharap keluarga saya, eks-Kabinet Bersahabat BMK (BEM FTI ITS 2010/2011) bisa hadir full team. Maklum, rasa rindu buat bertukar ceria dan cerita sudah mentok di ubun-ubun. Lama saya nggak denger Mey Lia duet cerewet bareng Elis, lama juga si Wawan nggak nongolin batang hidungnya, apalagi si Bendut Shanti yang makin raib ditelan bumi. Praktis cuma Marissa aja yang cukup sering gara-gara PKMP project yang sedang kita garap bareng Ardhi, Angga, Wiwin. Meski Wendi, Hanug, Henki, Fikri, Rizki masih rajin banget ketemu gara-gara persamaan almamater jurusan, tapi tetap saja pasti bakal beda kalau mereka nimbrung bareng yang lainnya.

Roky, Indi udah nunggu di Mesin. Khini, Elita, Syarif, Santi, Putri belum ada kabarnya menyisakan Jefi yang sudah ijin absen duluan. Rio-Adit stand by di Material yang memang tempatnya deket banget sama titik dimana kita ngumpul sesuai jarkom: Elektro.

As usual, janjian kita molor dari yang seharusnya. 16.15 saya sudah tunggu mereka di parkiran Elektro, satu orang pun belum muncul sampai maghrib. Alhasil kita jadwal ulang dan jam 18.30 jadi waktu kita buat dateng satu persatu.

Wisegroo menemani acara ngobrol-ngobrol lepas kita malam itu. Dasar BMK, selalu ada cerita, selalu ada suka, selalu ada ceria. Kita seolah-olah jadi tamu satu-satunya dan Wisegroo jadi hidangannya. Kita ngobrol ngalor-ngidul, ketawa-ketiwi suka-suka, bebas lepas.

Sampai akhirnya...............

"Kita sambut penampilan dari.... ITS JAZZ !!"


Empat MC FTI Funday yang berkonsep a la Inbox dan Dahsyat itu memanggil penampil puncak dalam acara FTI Funday. Saat itu penonton lagi pada rame-ramenya. Entah gara-gara KPP Pra-TD, penasaran, bingung ngabisin malam minggu, atau sudah keganggu sama berisiknya FTI Funday, penonton dari berbagai jurusan mulai nongol satu-satu pas Tari Saman-nya D3KKIM muncul sebelum ITS Jazz dipanggil.

Nina, Gayuh, yang sebelumnya saya sudah kenal terlihat main enjoy banget bareng tiga personil lainnya yang saya belum kenal. Mereka bawa "Menghujam Jantungku"-nya Tompi. Penonton sukses hanyut. Apalagi sound system udah mulai cakep banget pasca Wisegroo main tadi.
*kasian Wisegroo, jadi korban check sound secara tidak langsung padahal single mereka oke punya loh!

Semula kita semua pada enjoy nonton Menghujam Jantungku versi cover-nya ITS Jazz. Dan "petaka" hadir sesaat sebelum mereka main lagu kedua. Si Nina (vokalis) dengan polos dan tengilnya nyablak...........


"oke, buat lagu yang kedua ini aku mau ngundang salah satu anggota komunitas ITS Jazz yang asli warga FTI.....kalian semua pasti udah pada tau dong siapa.......
okeee...mari kita undang naik ke panggung buat Mas ARIS PRADANA !!"

Mati!!!

Temen2 mantan kabinet mulai girang dan seneng banget liat tampang saya makin merah pucat. Kabinet dan pengurus BEM FTI yang sekarang (karena mereka juga udah tahu saya) menatap tajam penuh senyuman ke belakang: ke arah saya!

Di benak saya seolah-olah mereka bilang,

"oughhhmmmm...koenn yoo Pak...kapan lagi liat Anda pucet pasi di depan banyak orang!"

Refleks, yang saya lakukan adalah ikutan menoleh ke belakang!

Sambil nutup muka yang merah padam, berharap ada "Aris Pradana" yang lebih cakep yang lebih keren suaranya buru-buru maju ke depan nyelametin saya. Pada detik ini saya pengen matahin badan Nina jadi dua bagian sama rata.

Sejurus kemudian.............


"Ayo mas Aris! Dia ini Mantan PresBEM FTI loh! Ayok kita suruh dia naik kesini sekarang...!"

Teriakan superjahil Nina makin menjadi-jadi. Kali ini dia membuat saya mengurungkan niat buat matahin badannya jadi dua. Tapi sukses memunculkan ide di kepala saya buat nyekik atau nggantung ini anak di depan patung Dr.Angka!
*makin sadis

Dengan tatapan penuh harap, eks-kabinet saya mulai berceloteh......

"Ayo Pak, itu tadi manggilnya udah spesifik banget loh...Tunggu apa lagi..."
*panik tingkat kecamatan

Tidak cukup demikian, Elis mulai menggombal.........

"Ayo ta Pak....kapan maneh nonton kamu nyanyi buat kita...'kan abis ini kita lulus...hehe"
*kalimat ini mengharukan namun juga menggemaskan

Okeee...
Tarik napas, ambil langkah. Sialnya, jarak kursi sama panggung cukup panjang. Sangat lebih dari cukup membuat rasa grogi makin numpuk.

Ditambah seluruh penonton, yang kebanyakan ngesot depan panggung itu, ngeliatin dengan seksama dalam tempo selama-lamanya dari saya jalan sampai berdiri di panggung.

Komplit!!!

Di pikiran saya, mereka ini seperti bilang,

"oohh..ini PresBEM FTI tahun lalu...kita liat aja gmn suaranya...palingan ya standar.."

Selama perjalanan ke stage, selain Tuhan, saya HANYA ingat Dua Nama: Tompi dan Dito.

Tompi, saya ingat bener kalimat yang dia bilang sebelum konsernya,

"apapun yang elo denger nanti di panggung nggak akan sama dengan yang elo denger pas di kaset...gue dan anak-anak band nanti juga nggak tahu mau kita bawain lagu-lagu gue nanti kayak gimana...we just follow our beat and intuition...karena musik yang bener itu ya ngalir jujur ke penonton!"

Nah tapi, masalahanya malaikat di sebelah kanan keburu ngingetin kayak gini,

"ingat Aris, kamu bukan dan beda jauh sama Tompi!"

Saya nunduk sambil nahan gondok tiga kilogram.

Nama kedua yang saya ingat bener itu ya Dito. Karena dia dalang di balik semua ini!

Tapi ya sudahlah..............show must go on!

Nina (masih dengan kepolosan dan wajah-ingin-dijitak nya) masih belum puas kayaknya.


"Kapan lagi 'kan nonton PresBEM bisa nyanyi...haha ayok mas kita bawain Kala Cinta Menggoda! Bisa kan? Bisa dong..yuk jalan!"

Tanpa ampun dan tanpa kesempatan buat jawab pertanyaan -____-"

Oke, intro udah jalan....bait pertama mulai mengalun....

Di luar dugaan, antusias penonton cukup bersahabat. Mereka ikutan nyanyi. Minimal ngikutin hentakan beat.

Alhamdulillahhh......

Mendadak religius, saya teringat ajaran dalam agama saya tentang setiap kebaikan itu akan dibalas minimal dua kali lipatnya, sedangkan perbuatan jahat akan dibalas setimpal, pada dasarnya DIA tidak menghendaki kerugian atas kita, melainkan kita sendiri.

Meski ada salah satu part agak meleset dari pitch (bahasa kerennya: fals) karena saya kaget bahwa ternyata ada overtune naik satu nada, secara overall cukup lancar lah untuk ukuran orang yang nggak pernah latihan...hehehe

Dan tengil-nya, anak-anak ITS Jazz langsung lanjut ke lagu kedua. Ya sudahlah saya pasrah dan membayangkan kalau Nina dan Dito ini beneran saya gantung di patung Dr.Angka, tapi segera saya urungkan setelah sadar karena khawatir akan muncul "Hantu Dr.Angka"
-__-"

Jadilah malam itu, menjadi kali keempat keikutsertaan saya di FTI Funday.........

Pertama sebagai penonton yang sedang menjalani KPP LKMM Pra-TD sewaktu maba.
Kedua selaku panitia yang "nguli" setengah hidup buat mensukseskan FTI Funday dan ikut ngisi acara (bareng temen-temen band sewaktu SMA dulu--LaMapa).
Ketiga selaku penanggungjawab karena tahun lalu saya dipercaya ada di depan teman-teman kabinet dan staf BEM FTI.

Dan terakhir adalah pada malam itu, malam dimana saya secara tidak langsung mencatatkan Hat-trick naik di panggung FTI Funday....

Saya rasa ini bukan prestasi atau sesuatu yang layak untuk dipamerkan. Namun bagi saya, hat-trick di FTI Funday ini merupakan bentuk apresiasi dan rasa terima kasih saya kepada BEM FTI, teman-teman di BEM FTI, serta semua pihak yang telah membantu BEM FTI. Karena dari BEM FTI saya punya banyak pengalaman, ilmu, cerita, ceria, dan suka duka.

"ketika passion yang berbicara,
kalah-menang menjadi nomer ke-sekian..
ketika musik yang berbicara,
salah-benar tinggallah kata..
ketika musik bertemu passion,
komunikasi antar-instrument menjadi hiburan atraktif yang mengalun jujur...."
-Aris Pradana-

3 comments:

  1. ngempet ketwa ngakak baca tulisan ini pak.
    Its just a nice story :))

    ReplyDelete
  2. ..dan aku kelewatan showmu -____-

    ReplyDelete