February 22, 2022

Sebuah Hipotesis: Kunci Persatuan

Kunci terbaik dalam menjaga persatuan adalah memperbanyak teman.

Tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari, kita sering terlibat perdebatan atau minimal perselisihan pendapat. Dalam dosis yang tinggi, perbedaan pendapat itu bisa berujung pada pertengkaran dan pertikaian. Baik secara verbal dan ekstrimnya secara fisikal.

Banyak orang datang pada sebuah meja perdebatan dengan bekal yang salah. Pendapatku benar. Pendapatmu pasti salah. Kamu harus ikut pendapatku. Padahal, debat dan beradu argumen itu adalah saling menguji hipotesis masing-masing. Artinya ada diskusi konstruktif di sana. Pendapat kita bisa jadi (dan seringkali) tidak sempurna. Maka ketika lawan debat mengkritisi argumen kita, dari sanalah kita dapat menemukan beberapa celah yang bisa kita pakai untuk memperbaiki dan menyempurnakan hipotesis kita.

June 26, 2020

Dongeng Negeri Seberang

Nak, sini Ayah ceritain sebuah kisah....

28 April 1990. Waktu itu Ayah baru lancar belajar lari. Belum lancar ngomong dan Nini-Kakung mu masih belum bisa beli tv. Boro-boro tv yang bisa nyiarin channel stasiun tv swasta, beli tv buat nonton acara Dunia Dalam Berita-nya TVRI aja Kakungmu belum mampu. Oke, itu soal lain. Kembali ke tanggal pas tujuh hari setelah Hari Kartini 1990 itu, waktu itu Liverpool yang dilatih Kenny Dalglish menang tipis 2-1 atas QPR. Btw, QPR itu tim yang penah pakai sponsor Air Asia dan datengin Park Ji Sung itu, Nak. Nah, kebetulan di pertandingan lain secara bersamaan Aston Villa cuma bisa imbang 3-3 lawan Norwich. Hari itu langsung dicatat oleh sejarah menjadi hari di mana Liverpool FC (LFC) mengunci gelar Juara Liga Inggris.

June 11, 2020

Tridente "FAQ" yang Tak Pernah Satu Lapangan

Walau seangkatan BPS M&T 2014, saya baru mulai lebih kenal sama Fadhli Ibnu Qayyim, atau yang (awalnya tidak) lebih akrab disapa Qayyim ini karena berada di kelas Bahasa Inggris yang sama. Sebagai penghilang penat dan media refreshing, angkatan kami sering adu tanding olahraga. Futsal, pingpong, voli, jogging, PS, basket, hingga main sepak bola. Dari situ saya makin penasaran sama anak Bontang asli Makassar yang gemar pakai baju bertuliskan "Futsal ITB" di punggungnya ini. Walau kemampuan bola volinya nggak se-oke saya, tapi skill olah bolanya bikin mupeng abis. Ngelihat ini anak, saya menyadari bahwa memang ada manusia-manusia tertentu yang dianugerahi bakat untuk bisa semua jenis olahraga.

Di sisi lain, karena di angkatan 2014 itu kami mengalami pendidikan komunal bersama antara BPA-BPS dari semua Direktorat (total sekitar 200 orang), maka pasti saling tahu juga teman-teman Direktorat lain walau mungkin kurang mengenal secara personal. Di kelas besar PCU (Pertamina Corporate University) ini juga saya tahu ada manusia bernama Fachri Baihaqi. Perawakannya tinggi atletis dengan wujud muka tengil a la bromocorah. Sesekali pada kesempatan tertentu, entah di kelas besar maupun saat kewiraan, suara-suara lantang bin ngotot serupa preman sering terdengar keluar dari mulut dia. Dalam hati, "ini anak mana sih kisruh abis". Belakangan saya tahu bahwa dia adalah produk asli Condet. Lalu pada saat angkatan 2014 menggelar turnamen Futsal BPA-BPS Antarfungsi, saya tahu bahwa intuisi saya pada fisik Fachri benar adanya. Dia salah satu goal-gather handal di turnamen itu.

May 30, 2020

Deara Tiga Tahun

Momen work from home (WFH) pada lebih dari dua bulan ke belakang ini benar-benar menjadi waktu paling berharga Ayah bersamamu, Sayang. Deara yang biasanya masih merem waktu Ayah berangkat kerja lalu sorak sorai pas Ayah pulang kerja, sekarang menjadi Deara yang susah lepas dari Ayah. Kali ini setiap menit setiap hari Deara bisa nempel-nempel Ayah terus.

Lebih dari dua bulan ini Deara benar-benar jadi "anak Ayah". Bangun tidur langsung lari nyari Ayah ke kamar sebelah tempat Ayah "kerja". Makan siang minta disuapin Ayah. Bobok siang juga nggak nyenyak kalau nggak dianterin dulu sama Ayah. Mandi maunya juga dimandiin dan didandanin Ayah. Malamnya pun minta tidur sebelah Ayah. Saking mepetnya Deara tiap hari sama Ayah, denger suara pintu atau pager kebuka aja Deara langsung lari histeris takut Ayah tinggal.

May 24, 2020

Mohon Maaf

Tanpa disadari, seringkali manusia menyimpan dan mengungkap kesombongan dalam setiap ucapannya. Maksud hati ingin berbasa-basi atau sekedar merangkai kata indah agar tidak nampak polosan saja dalam berucap justru menimbulkan banyak makna ambigu. 

Ambil contoh kalimat "mohon maaf jika ada salah" yang sering kita ucapkan.

Sepintas ini biasa saja. Namun coba perhatikan kembali kata "jika". Ada sebuah prasyarat di sana. Kalimat tersebut bisa diartikan meluas sebagai "saya mohon maaf" tetapi prasyaratnya adalah "jika saya ada salah". Sebaliknya dapat diartikan juga "jika saya tidak ada salah" ya "saya nggak mohon maaf". 

Hal tersebut juga berlaku untuk penggunaan kata "kalau" sebagai pengganti "jika".