May 30, 2019

Deara Dua Tahun

“Ayah! Ayah! Ayah!”

Seruan ini adalah Deara’s signature. Bahkan Bibuk yang mengaku cinta aja nggak segininya kalau manggil Ayah :')

Panggilan Deara ini selalu ada tiap hari. Dan menjadi lebih heboh bin cetar kalau dipakai waktu menyambut Ayah dateng dari luar rumah. Seolah sewindu sudah kita tak berjumpa.

May 06, 2019

Anniversary #3 : Memilih Teman Ngobrol

"How did you know that she is the one?"

Pertanyaan ini berserta segala variasinya selalu saya dapatkan dari teman dekat saat mendekati hari-H. Seharusnya sih mudah ya buat dijawab. Entah kenapa saya jadi bingung sama pertanyaan ini. Bingungnya lebih kepada "oh, ini memang harus ditanyakan ya?" atau malah "eh iya juga ya, kok ndak kepikiran ada yang nanya gitu ya?"

Sempat terdiam sesaat, tersenyum, menaikkan sebelah alis, kemudian saya yakin menjawab dengan mantap "Yeah, of course I know she's the one. Just because.....hmm...she's the one!"

September 16, 2018

Race Pertama!

Total sudah hampir setahun menekuni kegiatan (kalau nggak boleh disebut olahraga) lari. Bukan. Bukan lari kencang a la sprinter, bukan juga lari ketahanan macam Marathon. 

Recreational runner. Atau istilah membuminya "pelari hore".

Ini adalah kali pertama ikut event lari yang melibatkan banyak peserta. Belum level nasional sih emang. Selain karena masih level cupu, rasa-rasanya belum berani juga keluar duit lebih banyak untuk ikut event lari ke luar kota.

July 23, 2018

k a n g e n

Assalamu'alaikum Deara sayang..

Malam ini rasanya mendung. Tidak ada teriakan histerismu menyambut salam dan "jegrek" pintu kamar yang Ayah buka. Senyum termanis yang selalu Deara kasih ke Ayah walau sedang pegang mainan atau asyik baca buku pun tak nampak.

Setelah tujuh bulan bareng-bareng, ketemu Ayah tiap hari, rasanya sulit membayangkan jauhan lagi sama Deara. Mau tak mau, Ayah kembali ke job desc awal sebagai Weekend Husband buat Bibuk, merangkap Weekend Father untuk Deara.

May 30, 2018

Deara Satu Tahun

30 Mei 2017 - 30 Mei 2018

Hai @dearasafrin sayang...

Mungkin sekarang Deara belum bisa baca tulisan Ayah, tetapi insya Allah jejak digital ini akan bertahan sampai kelak Deara bisa membacanya sendiri.

Deara... mungkin ingatan Deara kelak akan terbatas untuk memutar kembali memori Deara pas usia sebelum satu tahun. Maka Ayah ingin Deara tahu bahwa Ayah mendampingi Deara di setiap momen spesialnya Deara.