Bulan Agustus terlanjur melekat di benak Bangsa ini sebagai gawe besarnya negeri ini. Genap enam puluh enam tahun sudah negeri kita menghirup udara kemerdekaan. Tanggal bersejarahnya diabadikan dalam lagu ciptaan H. Mutahar bertajuk “Hari Merdeka”.
August 12, 2011
August 11, 2011
Stand Up Comedy Indonesia: Cerdas, Varian Hiburan Pengusir Kejenuhan
Stand up comedy adalah seni melawak (komedi) yang disampaikan di depan penonton secara langsung (live). Biasanya sang komedian (comic, sebutan komedian stand up comedy) akan melakukan one man show. Melemparkan lelucon melalui monolog atau statement dalam satu kalimat yang mengandung humor. Komedian di jalur ini biasanya menulis skrip lawakannya untuk tampil (dalam 5 menit bahkan 20-45 menit). Kadang-kadang mereka memakai alat bantu untuk menyampaikan lelucon mereka. Meskipun stand up comedy, pelawak tidak harus terus menerus berdiri, beberapa pelawak menyampaikan sambil duduk seperti sedang bercerita pada kita.
August 08, 2011
Mengagumi Istiqlal, Mensyukuri Kuasa-Nya
Selama di Jakarta, Masjid Istiqlal tentu menjadi tempat yg wajib (bagi saya) untuk dikunjungi. Konon masjid ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Lokasi masjid ini berada di timur laut lapangan Monumen Nasional (Monas). Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai. Masjid ini mampu menampung orang hingga lebih dari dua ratus ribu jamaah (dari sebuah sumber akurat).
July 30, 2011
Memoar Indah Nada dan Syair : Di Balik Lagu "Ketika Tangan dan Kaki Berkata"
Seni adalah sesuatu yang mengalir dari dasar jiwa. Menyeruak menghentak bak air mendidih yang punya tekanan tinggi untuk keluar menendang penutup panci. Tidak jarang seni (terlebih seni musik dan sastra) dianalogikan sebagai sebuah bahasa universal yang setiap makhluk apapun bentuk, wujud, dan asalnya mampu menangkap emosinya.
July 22, 2011
SOIna Jaya! Indonesia Luar Biasa! (tamparan hebat bagi pengingkar nikmat)
Penta Boyz, grup accapella yang lebih dulu muncul daripada Jamaican Cafe, tampil menghibur membuka acara malam itu..
Berbekal lima michrophone dan satu alat khusus bernama "pitch pipe" (mirip peluit kecil yang bisa disetel nadanya), mereka tampil menghentak. Balutan control tone, ketepatan pitch, harmonisasi, aransemen, dan kedewasaan vocal, mereka mampu menyegarkan kami yang saat itu masih cukup tegang. Di tengah-tengah lagu kedua dinyanyikan, salah satu lead vocal Penta Boyz memberi aba-aba,
"mari kita sambut dengan meriah....Bung Andy F. Noya...!"
Subscribe to:
Posts (Atom)